Tentang Kisah Belanja

Kisah Belanja dikelola sebagai sebuah usaha untuk memahami kondisi dan relasi yang terbentuk antara praktik konsumsi individu dan benda-benda yang dikonsumsi, dalam konteks keruangan tertentu. Pilihan untuk menggunakan kata ‘belanja’ alih-alih ‘konsumsi’ bisa dianggap menyederhanakan konsumsi sebagai prakti multidimensi. Tetapi di sisi lain, ia bisa dianggap sebagai pilihan yang menekankan aktivitas paling jelas dari konsumsi–bahwa konsumsi adalah membeli. Bahwa dalam pandangan ini, sebuah benda tidak pernah terlalu jauh maknanya sebagai komoditi yang bisa ditukar dengan uang. Seperti yang nanti akan jelas terlihat dari isi blog ini, makna benda yang dimaksud terus-menerus berubah secara dinamis.

Dalam perkembangannya, pengertian ‘benda’ yang dipahami di sini bukanlah dalam pengertiannya yang konvensional. Ia memang bisa berupa benda-benda, sebagaimana mereka biasa dimaknai. Sekaligus ia menuju ke hal-hal lain yang mengandung beragam aspek kebendaan; semua hal yang membuat praktik konsumsi mendapatkan pembenaran.

Blog ini tidak pernah hanya berputar pada benda saja, tapi pada individu dan ruang kota tempatnya berpijak. Dengan demikian blog ini tidak hanya berisi tuturan tentang benda. Tetapi ia juga memproduksi beragam cerita tentang bagaimana manusia dan kota saling berkelindan, dan membentuk makna benda dan konsumsi.

Ketika Kisah Belanja muncul pertama kali delapan tahun lalu, Yogyakarta cukup jauh berbeda dengan kondisinya saat ini. Jelas ada sesuatu yang bergerak dan berubah.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*