Cerita 1 : Klithikan di Alun-Alun Kidul Yogyakarta

19thSep. × ’09

Inilah pemandangan salah satu pusat barang bekas di Yogyakarta, tepatnya di Alun-alun Kidul. Alun-alun Kidul di malam hari adalah pusat nongkrong anak muda, tempat makan jagung dan kacang rebus, juga tempat penduduk Yogyakarta (dan para turis tentunya) beradu untung untuk bisa menerobos jalan diantara dua beringin kembar dengan mata tertutup. Pada sore hari, Alun-alun Kidul–orang-orang Yogyakarta yang tergila-gila dengan singkatan biasa menyebutnya dengan Alkid–adalah tempat populer untuk bersantai bagi keluarga. Aneka penjaja makanan berjajar di Alkid, anak-anak kecil asyik bermain aneka permainan atau naik gajah peliharaan Kraton Yogyakarta. Wisata keluarga di sore hari yang menyenangkan. Sementara pada pagi sampai menjelang jam 3 sore, Alkid adalah wilayah kekuasaan para pedagang barang bekas atau biasa disebut dengan ‘klithikan’.
Para pedagang barang-barang bekas ini mengambil tempat di sepanjang jalan yang memutari Alun-alun Kidul. Barang-barang yang dijual ditata rapi di atas selembar kain tebal atau terpal. Kurang lebih setiap hari ada 43 orang pedagang barang bekas memadati jalanan sekitar Alun-alun Kidul. Dan setiap hari selalu saja ada orang-orang yang mampir, sekedar untuk melihat-lihat koleksi barang bekas terbaru yang dimiliki para pedagang, atau mencari benda tertentu.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>